Sabtu, 07 November 2015

MENKOT, perbandigan jumlah kendaraa

Identifikasi Perbandingan Jumlah Kendaraan Pribadi Dengan Angkutan Umum Di Ruas Jalan Sultan Alauddin
Sejalan dengan peningkatan pendapatan masyarakat, banyak orang yang mampu membeli kendaraan pribadi. Banyak alasan untuk memiliki kendaraan pribadi, antara lain karena masalah privasi dan kenyamanan. Namun dibalik kebaikannya, kepemilikan kendaraan pribadi terlalu banyak juga menimbulkan banyak masalah.
Description: E:\survey\IMG_20151025_171549.jpgKota Makassar salah satu kota terbesar Indonesia timur dan menjadi pusat kegiatan masyarakat di sektor perdagangan, perindustrian, dan pendidikan di Sulawesi Selatan. Seiring dengan perkembangan, Jumlah Penduduk di kota Makassar terus bertambah dari tahun ke tahun, dan telah mencapai 1. 191.4 jiwa dengan luas wilayah 175,78 km2, demikian pula dengan aktifitas masyarakat yang terus meningkat, sehingga kebutuhan akan sarana dan prasarana angkutan umum makin mendesak hal ini yang mendorong pemerintah daerah terus mengupayakan penyediaan sarana dan prasarana kota untuk memberikan pelayanan transportasi guna mendukung kegiatan masyarakat di Makassar. Salah satu bentuk pelayanan yang diberikan pemerintah daerah demi menunjang kelancaran mobilitas masyarakat adalah jasa angkutan umum. Angkutan umum sebagai salah satu prasarana transportasi perkotaan bagi masyarakat sangat memegang peranan penting, akan tetapi jumlah kendaraan angkutan umum dari waktu ke waktu terus bertambah bahkan jumlahnya melebihi daripada kebutuhan masyarakat, hal tersebut tidak diimbangi dengan pertambahan prasarana transportasi yang berkaitan langsung dengan hal itu seperti ; terminal kota, halte, . ditambah lagi tindakan yang kurang disiplin oleh pengemudi angkutan umum dalam menaikkan dan menurunkan penumpang di jalan, hal ini mengakibatkan kemacetan di ruas-ruas jalan yang dilalui angkutan umum makin macet.dan kecelakaan lalu lintas, yang kian hari kian meningkat. Umumnya dampak yang ditimbulkan langsung dirasakan oleh penumpang dan pengguna kendaraan umum, penumpang akan terasa terganggu dalam perjalanan karena kepadatan yang meningkat, padahal seemestinya penumpang mendapatkan pelayan yang aman dan nyaman, waktu perjalanan singkat, kenyamanan dalam angkutan umum, dan ongkos yang terjangkau.
Angkutan pribadi  adalah angkutan yang menggunakan kendaraan pribadi, seperti mobil pribadi, sepeda motor, sepeda, tapi bisa juga menggunakan bus yang biasanya digunakan untuk keperluan pribadi.
Angkutan umum merupakan salah satu media transportasi yang digunakan masyarakat secara bersama-sama dengan membayar tarif. 
Angkutan pada dasarnya adalah sarana untuk memindahkan orang dan barang dari suatu tempat ke tempat lainnya. Angkutan umum massal adalah layanan jasa angkutan yang memilki trayek dan jadwal yang tetap. Dalam hal massal, biaya angkutan umum menjadi beban tanggungan bersama, sehingga sistem angkutan umum menjadi efisien dalam biaya karena sangat murah. Peranan angkutan umum itu sendiri adalah melayani kepentingan mobilitas masyarakat dalam melakukan kegiatannya. Aspek lain pelayanan angkutan umum adalah peranannya dalam pengendalian lalu lintas, penghematan energi dan pengembangan wilayah. Karena melibatkan banyak orang maka pengguna harus memilki kesamaan dalam berbagai hal antara lain: asal, tujuan, lintasan dan waktu. Berbagai kesamaan ini pada akhirnya akan menimbulkan berbagai masalah keseimbangan antara ketersediaan dan permintaan. Pelayanan angkutan umum akan berjalan dengan baik apabila dapat tercipta keseimbangan antara sediaan dan permintaan (Warpani,1990,h.171). Adapun jenis angkutan umum berdasarkan dari segi kualitas dan kapasitas:
Berikut adalah data jumlah kendaraan yang melintas selama 15 menit pukul 17.00-17.15 wita Tanggal 25 oktober 2015 , di ruas jalan sultan alauddin jalur ke arah kota makassar depan restorant pizza hurt .Adapun lebar jalannya adalah 5 meter dengan kondisi baik. 
v  Jumlah kendaraan pribadi 1012 unit / 15 menit.
Dengan rincian:
·           Jumlah mobil : 262 unit
·           Jumlah motor : 750 unit
v  Jumlah angkutan umum : 46 unit / 15 menit
Dengan rincian :
·           Anguktan umum PTPT : 22 unit.
·           Bus : 1 unit
·           Taksi : 16 uniit
·           Mobil Panter : 5 uni
Berikut adalah pemandangan jumlah kendaraan yang melintas di ruas Jalan Sultan Alauddin
( 1 )

Description: E:\survey\IMG_20151025_171611.jpg
( 2 )
Dengan melihat data dan kondisi ruas jalan sultan Alauddin  yang merupakan jaringan jalan primer sistem jaringan jalan yang menghubungkan antar pusat-pusat kegiatan atau antar kota bila ditinjau dari sistem jaringan dan ditinjau dari fungsinya merupakan jaln arteri, merupakan jalan angkutan utama dengan ciri perjalanan jarak jauh, kecepatan tinggi, dan akses masuk sangat dibatasi.
Melihat jumlah pengguna jalan ini yang mencapai lebih dari 2000 kendaraan dengan 2 arah dalam jangka waktu 15 menit ,hal ini tidak lagi sesuai dengan prasyarat jalan arteri yang dengan ciri kendaraan dapat berkecepatan tinggi tapi melihat kondisi jalan ini yang kendaraan tidak dapat berkecepatan tinggi. Hal ini tidak juga di dukung oleh kondisi jalan yang hanya 4 meter dalam satu jalur yang dilalui oleh kendaraan 4216 unit.  Dari data di atas mengambil data dalam satu jalur  adalah  lebih dari 1058 unit yang didominasi oleh kendaraan pribadi yakni 1012 unit, sedangkan jumlah kendaraan umum yang hanya 46 unit.

Masalah Angkutan Umum di makassar  adalah Penyedian prasarana dan sarana angkutan umum oleh Pemerintah Kota Makassar sangat terbatas dan belum berkembang dengan baik. Penyedian sarana angkutan umum dalam hal ini trayek non kampus dilayani oleh moda mikrolet (pete-pete) dengan standard kapasitas 12 tempat duduk. Berhubung dengan keterbatasan itu, maka pelayanan angkutan umum di kota Makassar belum optimum. Mengingat kondisi diatas, apabila tidak ditangani secara serius, akan semakin buruk dan pengaruh yang ditimbulkan semakin meluas, sehingga perencanaan operasional pelayanan angkutan umum harus dilakukan sebaik mungkin. Selain itu, pelayanan yang sudah ada pun perlu dievaluasi dari waktu ke waktu untuk dapat memahami apakah pelayanan yang diberikan masih memadai atau sudah perlu ditingkatkan. Perencanaan pelayanan angkutan umum dan evaluasi kinerjanya hanya dapat dilakukan berdasarkan data dan informasi yang lengkap dan akurat. Data dan informasi yang dibutuhkan akan diperoleh melalui proses pengumpulan data yang cukup komprehensif. Serta perlunya juga pemetaan jaringan trayek angkutan umum untuk melihat tingkat pelayanan dan kebutuhan angkutan umum disuatu tempat. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar