Identifikasi
Perbandingan Jumlah Kendaraan Pribadi Dengan Angkutan Umum Di Ruas Jalan Sultan
Alauddin
Sejalan
dengan peningkatan pendapatan masyarakat, banyak orang yang mampu membeli
kendaraan pribadi. Banyak alasan untuk memiliki kendaraan pribadi, antara lain
karena masalah privasi dan kenyamanan. Namun dibalik
kebaikannya, kepemilikan kendaraan pribadi terlalu banyak juga menimbulkan
banyak masalah.
Kota Makassar salah satu kota terbesar Indonesia
timur dan menjadi pusat kegiatan masyarakat di sektor perdagangan,
perindustrian, dan pendidikan di Sulawesi Selatan. Seiring dengan perkembangan,
Jumlah Penduduk di kota Makassar terus bertambah dari tahun ke tahun, dan telah
mencapai 1. 191.4 jiwa dengan luas wilayah 175,78 km2, demikian pula dengan
aktifitas masyarakat yang terus meningkat, sehingga kebutuhan akan sarana dan
prasarana angkutan umum makin mendesak hal ini yang mendorong pemerintah daerah
terus mengupayakan penyediaan sarana dan prasarana kota untuk memberikan
pelayanan transportasi guna mendukung kegiatan masyarakat di Makassar. Salah
satu bentuk pelayanan yang diberikan pemerintah daerah demi menunjang
kelancaran mobilitas masyarakat adalah jasa angkutan umum. Angkutan umum
sebagai salah satu prasarana transportasi perkotaan bagi masyarakat sangat
memegang peranan penting, akan tetapi jumlah kendaraan angkutan umum dari waktu
ke waktu terus bertambah bahkan jumlahnya melebihi daripada kebutuhan
masyarakat, hal tersebut tidak diimbangi dengan pertambahan prasarana
transportasi yang berkaitan langsung dengan hal itu seperti ; terminal kota,
halte, . ditambah lagi tindakan yang kurang disiplin oleh pengemudi angkutan umum
dalam menaikkan dan menurunkan penumpang di jalan, hal ini mengakibatkan
kemacetan di ruas-ruas jalan yang dilalui angkutan umum makin macet.dan
kecelakaan lalu lintas, yang kian hari kian meningkat. Umumnya dampak yang
ditimbulkan langsung dirasakan oleh penumpang dan pengguna kendaraan umum,
penumpang akan terasa terganggu dalam perjalanan karena kepadatan yang
meningkat, padahal seemestinya penumpang mendapatkan pelayan yang aman dan
nyaman, waktu perjalanan singkat, kenyamanan dalam angkutan umum, dan ongkos
yang terjangkau.
Angkutan pribadi adalah
angkutan yang menggunakan kendaraan pribadi, seperti mobil pribadi, sepeda
motor, sepeda, tapi bisa juga menggunakan bus yang biasanya digunakan untuk keperluan pribadi.
Angkutan
umum merupakan salah satu media transportasi yang digunakan
masyarakat secara bersama-sama dengan membayar tarif.
Angkutan pada dasarnya adalah sarana untuk
memindahkan orang dan barang dari suatu tempat ke tempat lainnya. Angkutan umum
massal adalah layanan jasa angkutan yang memilki trayek dan jadwal yang tetap.
Dalam hal massal, biaya angkutan umum menjadi beban tanggungan bersama,
sehingga sistem angkutan umum menjadi efisien dalam biaya karena sangat murah.
Peranan angkutan umum itu sendiri adalah melayani kepentingan mobilitas
masyarakat dalam melakukan kegiatannya. Aspek lain pelayanan angkutan umum
adalah peranannya dalam pengendalian lalu lintas, penghematan energi dan
pengembangan wilayah. Karena melibatkan banyak orang maka pengguna harus
memilki kesamaan dalam berbagai hal antara lain: asal, tujuan, lintasan dan
waktu. Berbagai kesamaan ini pada akhirnya akan menimbulkan berbagai masalah
keseimbangan antara ketersediaan dan permintaan. Pelayanan angkutan umum akan
berjalan dengan baik apabila dapat tercipta keseimbangan antara sediaan dan
permintaan (Warpani,1990,h.171). Adapun jenis angkutan umum berdasarkan dari
segi kualitas dan kapasitas:
Berikut
adalah data jumlah kendaraan yang melintas selama 15 menit pukul 17.00-17.15
wita Tanggal 25 oktober 2015 , di ruas jalan
sultan alauddin jalur ke arah kota makassar depan restorant pizza hurt
.Adapun lebar jalannya adalah 5 meter dengan kondisi baik.
v Jumlah
kendaraan pribadi 1012 unit / 15 menit.
Dengan
rincian:
·
Jumlah mobil : 262 unit
·
Jumlah motor : 750 unit
v Jumlah
angkutan umum : 46 unit / 15 menit
Dengan
rincian :
·
Anguktan umum PTPT : 22 unit.
·
Bus : 1 unit
·
Taksi : 16 uniit
·
Mobil Panter : 5 uni
Berikut
adalah pemandangan jumlah kendaraan yang melintas di ruas Jalan Sultan Alauddin
(
1 )

(
2 )
Dengan
melihat data dan kondisi ruas jalan sultan Alauddin yang merupakan jaringan jalan primer sistem
jaringan jalan yang menghubungkan antar pusat-pusat kegiatan atau antar kota
bila ditinjau dari sistem jaringan dan ditinjau dari fungsinya merupakan jaln
arteri, merupakan jalan angkutan utama dengan ciri perjalanan jarak jauh,
kecepatan tinggi, dan akses masuk sangat dibatasi.
Melihat
jumlah pengguna jalan ini yang mencapai lebih dari 2000 kendaraan dengan 2 arah
dalam jangka waktu 15 menit ,hal ini tidak lagi sesuai dengan prasyarat jalan
arteri yang dengan ciri kendaraan dapat berkecepatan tinggi tapi melihat
kondisi jalan ini yang kendaraan tidak dapat berkecepatan tinggi. Hal ini tidak
juga di dukung oleh kondisi jalan yang hanya 4 meter dalam satu jalur yang dilalui
oleh kendaraan 4216 unit. Dari data di
atas mengambil data dalam satu jalur
adalah lebih dari 1058 unit yang
didominasi oleh kendaraan pribadi yakni 1012 unit, sedangkan jumlah kendaraan
umum yang hanya 46 unit.
Masalah Angkutan Umum di makassar adalah Penyedian prasarana dan sarana
angkutan umum oleh Pemerintah Kota Makassar sangat terbatas dan belum berkembang
dengan baik. Penyedian sarana angkutan umum dalam hal ini trayek non kampus
dilayani oleh moda mikrolet (pete-pete) dengan standard kapasitas 12 tempat
duduk. Berhubung dengan keterbatasan itu, maka pelayanan angkutan umum di kota
Makassar belum optimum. Mengingat kondisi diatas, apabila tidak ditangani
secara serius, akan semakin buruk dan pengaruh yang ditimbulkan semakin meluas,
sehingga perencanaan operasional pelayanan angkutan umum harus dilakukan sebaik
mungkin. Selain itu, pelayanan yang sudah ada pun perlu dievaluasi dari waktu
ke waktu untuk dapat memahami apakah pelayanan yang diberikan masih memadai
atau sudah perlu ditingkatkan. Perencanaan pelayanan angkutan umum dan evaluasi
kinerjanya hanya dapat dilakukan berdasarkan data dan informasi yang lengkap
dan akurat. Data dan informasi yang dibutuhkan akan diperoleh melalui proses
pengumpulan data yang cukup komprehensif. Serta perlunya juga pemetaan jaringan
trayek angkutan umum untuk melihat tingkat pelayanan dan kebutuhan angkutan
umum disuatu tempat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar