Sistem juga
merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam
suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti
negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain
seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara dimana
yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara tersebut.
Kata
"sistem" banyak sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari, dalam
forum diskusi maupun dokumen ilmiah. Kata ini digunakan untuk banyak hal, dan
pada banyak bidang pula, sehingga maknanya menjadi beragam. Dalam pengertian
yang paling umum, sebuah sistem adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan
di antara mereka.
Apa itu sistem? Sistem adalah sekelompok komponen dan
elemen yang digabungkan menjadi satu untuk mencapai tujuan tertentu. Ada banyak
pendapat tentang pengertian dan definisi sistem yang dijelaskan oleh beberapa
ahli. Berikut pengertian dan definisi sistem menurut beberapa ahli:
§ Jogianto (2005:2), Sistem adalah
kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan
tertentu. Sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang
nyata, seperti tempat, benda dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi.
§ Indrajit (2001:2), Sistem adalah
kumpulan-kumpulan dari komponen-komponen yang memiliki unsur keterkaitan antara
satu dengan lainnya.
§ Lani Sidharta (1995:9), Sistem
adalah himpunan dari bagian-bagian yang saling berhubungan, yang secara bersama
mencapai tujuan-tujuan yang sama.
§ Murdick, R. G (1991:27), Sistem
adalah seperangkat elemen yang membentuk kumpulan atau prosedur-prosedur atau
bagan-bagan pengolahan yang mencari suatu tujuan bagian atau tujuan bersama
dengan mengoperasikan data dan/atau barang pada waktu rujukan tertentu untuk
menghasilkan informasi dan/atau energi dan/atau barang.
§ Davis, G. B (1991:45), Sistem adalah
kumpulan dari elemen-elemen yang beroperai bersama-sama untuk menyelesaikan
suatu sasaran.
Komponen atau Karakteristik sistem adalah bagian yang
membentuk sebuah sistem, diantaranya:
§ Objek, merupakan bagian, elemen atau
variabel. Ia dapat berupa benda fisik, abstrak atau keduanya.
§ Atribut, merupakan penentu kualitas
atau sifat kepemilikian sistem dan objeknya.
§ Hubungan internal, merupakan
penghubungan diantara objek-objej yang terdapat dalam sebuah sistem.
§ Lingkungan, merupakan tempat dimana
sistem berada.
§ Tujuan, Setiap sistem memiliki
tujuan dan tujuan inilah yang menjadi motivasi yang mengarahkan sistem. Tanpa
tujuan, sistem menjadi tidak terkendali. Tentu tujuan antara satu sistem dengan
sistem yang lain berbeda.
§ Masukan, adalah sesuatu yang
masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan untuk diproses. Masukan
tersebut dapat berupa hal-hal yang tampak fisik (bahan mentah) atau yang tidak
tampak (jasa).
§ Proses, adalah bagian yang melakukan
perubahan dari masukan menjadi keluaran yang berguna dan lebih bernilai
(informasi) atau yang tidak berguna (limbah)
§ Keluaran, adalah hasil dari proses.
Pada sistem informasi berupa informasi atau laporan, dsb
§ Batas, adalah pemisah antara sistem
dan daerah luar sistem. Batas disini menentukan konfigurasi, ruang lingkup atau
kemampuan sistem. Batas juga dapat diubah atau dimodifikai sehingga dapat
merubah perilaku sistem.
§ Mekanisme pengendalian dan umpan
balik, digunakan untuk mengendalikan masukan atau proses. Tujuannya untuk
mengatur agar sistem berjalan sesuai dengan tujuan.
Itulah tadi penjelasan singkat mengenai Pengertian dan
definisi Sistem, serta Komponen dan Karakteristik Sistem. Bila ada yang ingin
menambahi, silahkan dikoreksi. Semoga bermanfaat.
Elemen
sistem
Ada beberapa elemen
yang membentuk sebuah sistem, yaitu : tujuan, masukan, proses, keluaran,
batas, mekanisme pengendalian dan umpan balik serta lingkungan. Berikut
penjelasan mengenai elemen-elemen yang membentuk sebuah sistem :
1. Tujuan
Setiap sistem
memiliki tujuan (Goal), entah hanya satu atau mungkin banyak. Tujuan inilah
yang menjadi pemotivasi yang mengarahkan sistem. Tanpa tujuan, sistem menjadi
tak terarah dan tak terkendali. Tentu saja, tujuan antara satu sistem dengan
sistem yang lain berbeda.
2. Masukan
Masukan (input)
sistem adalah segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi
bahan yang diproses. Masukan dapat berupa hal-hal yang berwujud (tampak secara
fisik) maupun yang tidak tampak. Contoh masukan yang berwujud adalah bahan
mentah, sedangkan contoh yang tidak berwujud adalah informasi (misalnya
permintaan jasa pelanggan).
3. Proses
Proses merupakan
bagian yang melakukan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran
yang berguna dan lebih bernilai, misalnya berupa informasi dan produk, tetapi
juga bisa berupa hal-hal yang tidak berguna, misalnya saja sisa pembuangan atau
limbah. Pada pabrik kimia, proses dapat berupa bahan mentah. Pada rumah sakit,
proses dapat berupa aktivitas pembedahan pasien.
4. Keluaran
Keluaran (output)
merupakan hasil dari pemrosesan. Pada sistem informasi, keluaran bisa berupa
suatu informasi, saran, cetakan laporan, dan sebagainya.
5. Batas
Yang disebut batas
(boundary) sistem adalah pemisah antara sistem dan daerah di luar sistem
(lingkungan). Batas sistem menentukan konfigurasi, ruang lingkup, atau
kemampuan sistem. Sebagai contoh, tim sepakbola mempunyai aturan permainan dan
keterbatasan kemampuan pemain. Pertumbuhan sebuah toko kelontong dipengaruhi
oleh pembelian pelanggan, gerakan pesaing dan keterbatasan dana dari bank.
Tentu saja batas sebuah sistem dapat dikurangi atau dimodifikasi sehingga akan
mengubah perilaku sistem. Sebagai contoh, dengan menjual saham ke publik,
sebuah perusahaan dapat mengurangi keterbasatan dana.
6. Mekanisme
Pengendalian dan Umpan Balik
Mekanisme
pengendalian (control mechanism) diwujudkan dengan menggunakan umpan balik
(feedback), yang mencuplik keluaran. Umpan balik ini digunakan untuk
mengendalikan baik masukan maupun proses. Tujuannya adalah untuk mengatur agar
sistem berjalan sesuai dengan tujuan.
7. Lingkungan
Lingkungan adalah
segala sesuatu yang berada diluar sistem. Lingkungan bisa berpengaruh terhadap
operasi sistem dalam arti bisa merugikan atau menguntungkan sistem itu sendiri.
Lingkungan yang merugikan tentu saja harus ditahan dan dikendalikan supaya
tidak mengganggu kelangsungan operasi sistem, sedangkan yang menguntungkan
tetap harus terus dijaga, karena akan memacu terhadap kelangsungan hidup
sistem.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar