PROSES PERENCANAAN
Menurut kamus basar bahasa indonesia Proses
diartikan sebagai “runtunan perubahan”
(peristiwa) dalam perkembangan sesuatu”. Proses
adalah urutan pelaksanaan atau kejadian yang terjadi secara alami atau didesain,
mungkin menggunakan waktu, ruang, keahlian atau sumber daya lainnya,
yang menghasilkan suatu hasil. Suatu proses mungkin dikenali oleh
perubahan yang diciptakan terhadap sifat-sifat dari satu atau lebih objek di bawah pengaruhnya.
Menurut kamus online oxford perencanaan diartikan sebagai ‘’the process of making plans for making’’ (proses membuat rencana sesuatu).kata ‘’perencanaan’’ , dalam hal ini diartikan
sebagai penyusunan serangkaian strategi, program dan tindakan yntuk
megantisipasi kondosi yang diprediksikan akan terjadi di masa depan.kegiatan
perecanaan mencakup : (a) kajian kondisi masa lalu sampai saat ini, (b)
prediksi kondisi ke masa depan), (c) penetapan tujuan dan sasaran masa depan,
dan (d) perumusan strategi, program dan
tindakan untuk mengantisipasi masa depan dan dalam rangka mencapai tujuan dan
sasaran yang telah ditetapkan.
Pemahaman “perencanaan” tersebut
diperkuat oleh penjelasan Bayer dkk.(2010”
13-17) “urban planning is about
the future...is about palce...is about helping
other people make decisions”
(perencanaaan kota itu terkait masa depan , terkait tempat dan untuk membantu
kita semua membuat keputusan).
Menurut George R. Terry perencanaan adalah: “planning
is the selecting and relating of fact and the making and using of assumption
regarding the future in the visualization and formulating of proposed
activities believed necessary to achieve desired result”.
Dalam pengertian tersebut bisa kita simpulkan antara
lain:
- Perencanaan merupakan kegiatan yang harus
didasarkan pada fakta, data dan keterangan kongkret.
- Perencanaan merupakan suatu pekerjaan mental yang
memerlukan pemikiran, imajinasi dan kesanggupan melihat ke masa yang akan
datang.
- Perencanaan mengenai masa yang akan datang dan
menyangkut tindakan-tindakan apa yang dapat dilakukan terhadap hambatan
yang mengganggu kelancaran usaha.
Dengan
menggabungkan dua pengertian diatas maka
“Proses Perencanaan” diartikan
sebagai langkah-langkah untuk menyusun serangkaian strategi, program dan
tindakan untuk megantisipasi kondisi yang diprediksikan akan terjadi di masa
depan. Sebagai catatan prencanaan wilayah dan kota sebagai perencanaan yang
menjadi urusan publik, maka proses perencanaan (pengambilan keputusan
perencanaan) ini melibatkan banyak pelaku’ antara lain: pemerintah, masyarakat (termasuk pihak
swasta) dan para pakar perencana.
Adapun arti Proses perencanaan atau planning
adalah bagian dari daur kegiatan manajemen
yang terutama berhubungan dengan pengambilan keputusan (decision
making)untuk masa depan, baik jangka panjang maupun jangka pendek,
sehubungan dengan pokok pertanyaan: apa, siapa, bagaimana, kapan, di mana, dan
berapa, baik sehubungan dengan lembaga yang dimanajemeni maupun usaha-usahanya.
# 4 Tahap Dasar
Perencanaan
Tahap 1 : Menentukan tujuan atau serangkaian tujuan.Perencanaan dimulai dengan
keputusan-keputusan tentang keingin tidak efektif.
Tahap 2 : Merumuskan keadaan saat ini.Pemahaman akan kondisi sekarang dan
tujuan yang hendak dicapai atau sumber daya-sumber daya yang tersedia untuk
pencapaian tujuan, adalah sangat penting. Karena tujuan dan rencana menyangkut
waktu akan datang. Hanya setelah keadaan saat ini dianalisa, rencana dapat
dirumuskan untuk menggambarkan kegiatan lebih lanjut.
Tahap 3 : Mengindentifikasikan segala kemudahan dan hambatan.Segala kekuatan
dan kelemahan serta kemudahan dan hambatan perlu di identifikasikan, untuk
mengukur kemampuan organisasi dalam mencapai tujuan.
Tahap 4 : Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian
tujuan.Tahap akhir dalam proses perencanaan meliputi pengembangan berbagai
pilihan kegiatan untuk pencapaian tujuan, penilaian pilihan kegiatan terbaik
(paling memuaskan) di antara pilihan yang ada.
# Rencana Operasional
Perencanaan Operasional ( Operational Planning) Adalah perencanaan jangka
pendek yang dirancang untuk menerjemahkan rencana jangka panjang ke dalam
serangkaian kegiatan yang lebih rinci Operasional (dibuat untuk dilaksanakan;
untuk keperluan tindakan-tindakan kemudian dan seterusnya; bukan yang telah
lalu).
Tujuan operasinal diturunkan dari tujuan dan rencana taktis. Rencana
operasional lebih sempit dengan jangka waktu yang lebih pendek dan banyak
melibatkan manajemen tingkat bawah., contoh: program, proyek, dan anggaran.Rencana
Standing untuk aktivitas yang berulang, contoh: kebijakan, prosedur standar,
dan aturan.
# Rencana
Strategik
Perencanaan strategic (strategic planning) adalah proses pemilihan
tujuan-tujuan organisasi, penentuan strategi, program-program strategi, dan
penetapan metoda-metoda yang diperlukan untuk menjamin bahwa strategi dan
kebijaksanaan telah diimplementasikan. Perencanaan strategi juga merupakan
proses perencanaan jangka panjang yang disusun untuk mencapai tujuan
organisasi.
Ada tiga alasan yang menunjukkan pentingnya perencanaan strategis :
1.Perencanaan strategis memberikan kerangka dasar bagi perencanaan- perencanaan lainnya.
2.Pemahaman terhadap perencanaan strategis akan mempermudah pemahaman bentuk
perencanaan lainnya.
3.Perencanaan strategis merupakan titik permulaan bagi penilaian kegiatan
manajer dan organisasi.
Perencanaan strategis adalah proses yang dilakukan suatu organisasi untuk
menentukan strategi atau arahan, serta mengambil keputusan untuk mengalokasikan
sumber dayanya (termasuk modal dan sumber daya manusia) untuk mencapai strategi
ini.
Perencanaan Strategis ( Strategic Planning ) adalah sebuah alat manajemen yang
digunakan untuk mengelola kondisi saat ini untuk melakukan proyeksi kondisi di
masa depan, sehingga rencana strategis adalah sebuah petunjuk yang dapat
digunakan organisasi dari kondisi saat ini untuk mereka bekerja menuju 5 sampai
10 tahun ke depan ( Kerzner , 2001).
#Faktor Waktu dan Perencanaan
Faktor waktu mempunyai pengaruh sangat besar terhadap perencanaan dalam tiga
hal yaitu :
1. waktu sangat diperlukan untuk melaksanaakan perencanaan efektif
2. waktu sering di perlukan setiap langkah perencanaan tanpa informasi lengkap
tentang variabel-variabel dan alternatif-alternatif,karena waktu diperlukan
untuk mendapatkan data dan memperhitungkan semua kemungkinan.
3. jumlah waktu yang akan dicakup dalam rencan harus dipertimbangkan.
Faktor waktu lainnya yang mempengaruhi perencanaan adalah seberapa sering
rencana-rencana harus ditinjau kembali dan diperbaiki..ini tergantung sumber
daya yang tersedia dan drajat ketetapan perencanaan manajemen.
Waktu perkiraan akan menjadi masukan penting sebagai teknik lainnya digunakan
untuk mengatur struktur dan semua proyek. Menggunakan teknik estimasi waktu
yang baik dapat mengurangi proyek-proyek besar ke sejumlah proyek-proyek kecil.
DAFTAR PUSTAKA
Prof.Ir.Achmad
Djunaedi, MUP, Ph.D. Proses Perencanaan Wilayah dan Kota, Yogyakarta,2011.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar